Berkomunikasi Sebagaimana Membuat Aplikasi

Berkomunikasi  atau bergaul atau bersosalisasi merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi manusia. Manusia akan hidup susah kalo tidak bersosialisasi dengan manusia lain ataupun makhluk lain.

Bagi sebagian orang yang berprofesi sebagai programmer atau pembuat aplikasi, katanya, mereka tidak memiliki waktu untuk bersosialisasi dengan orang lain dan hanya berkutat dengan script-script saja, sampai-sampai ada istilah “i am programmer, i have no life” atau dalam bentuk lain “i am not programmer, i have a life”.

Padahal dari rangkaian proses pembuatan suatu aplikasi bisa kita ambil “pelajaran” yang sangat berharga dalam kehidupan sehari-hari khususnya dalam rangka melakukan sosialisasi/komunikasi dengan orang lain.

Mari ambil analogi.
Kita sebagai orang yang melakukan komunikasi dengan orang lain di-analogi-kan sebagai seorang programmer.
Dan orang yang kita ajak berkomunikasi di-analogi-kan sebagai user atau client yang memakai aplikasi buatan kita.

Pelajaran Pertama.
Seorang pemakai aplikasi tentu ingin menggunakan suatu aplikasi yang memiliki tampilan yang menarik dan responsif. Dan tidak mau tau bagaimana cara membuatnya, yang penting baginya adalah tampilannya menarik dan ga pake lemot. Tugas seorang programmer adalah memenuhi permintaan si user, agar aplikasi yang ia buat ‘laku’. Bagaimanapun caranya dia harus membuat aplikasinya menarik dan responsif. Entah metode apa yang digunakan atau framework apa yang dimanfaatkan, entah script yang ditulis rapi atau tidak, atau database apa yang dipakai yang mahal apa yang gratis. User tidak perlu tau, yang penting hasilnya sesuai harapan user.

Begitu pula dalam berkomunikasi, agar lawan bicara nyaman dan pesan yang disampaikan bisa diterima dengan baik, maka kita harus memberikan tampilan dan respon yang baik pula. Lawan bicara tidak perlu tau apa yang sedang terjadi pada kita, apakah perasaan kita sedang ‘rapi’ atau tidak yang penting tampilan tetap rapi.

Pelajaran Kedua.
Ketika user melakukan proses login pada aplikasi kita, maka kita perlu memilah-milah user tersebut sesuai dengan otoritasnya. Apakah dia termasuk admin, atau dia seorang editor, atau dia seorang penulis artikel, atau bahkan dia hanya sekedar seorang tamu. Hal ini bermanfaat ketika user telah login, kita dapat menentukan informasi mana saja yang boleh diakses oleh user tersebut dan menu apa saja yang bisa digunakan olehnya.

Dalam berkomunikasi kita juga perlu memilah-milah lawan komunikasi kita, apakah dia keluarga dekat kita, keluarga jauh, sahabat, rekan kerja atau hanya orang yang sekedar lewat. Lingkup informasi yang disampaikan kepada ibu kita akan jauh lebih besar daripada yang kita sampaikan kepada rekan kerja kita. Jangan sampai hal-hal yang sifatnya pribadi kita sampaikan kepada orang-orang yang baru kita kenal.

Pelajaran Ketiga. 
Ketika user mengunjungi suatu halaman yang tidak seharusnya dia kunjungi, maka berilah pesan dengan tampilan yang menarik bahwa halaman tersebut tidak boleh dikunjungi oleh semua user, hanya user tertentu saja yang boleh mengunjunginya.

Jika lawan bicara menanyakan sesuatu yang sifatnya rahasia atau pribadi yang sebanarnya bukan merupakan konsumsi publik, maka sampaikan dengan sopan bahwa hal itu tidak bisa Anda sampaikan kepadanya.

Pelajaran Keempat. 
Pada aplikasi yang dibuat sebaiknya diberikan informasi kontak yang dapat dihubungi baik nomor telepon atau email atau sarana lainnya. Jika suatu saat ada pertanyaan maupun masukan mengenai aplikasi maka dengan mudah user dapat menghubungi si programmer-nya.

Dalam berkomunikasi selalu tunjukkan bahwa Anda siap menerima kritik dan masukan, agar lawan komunikasi kita tidak ragu-ragu untuk menyampaikan saran-sarannya kepada kita.

Pelajaran Kelima. 
Ketika user logout sebaiknya ditampilkan pesan yang berisi ucapan terima kasih atas penggunaan aplikasi.

Ketika berpisah dengan teman kita, sebaiknya kita ucapkan salam dan terima kasih, sehingga memberikan kesan yang lebih akrab.

Demikianlah pelajaran-pelajaran yang bisa diambil.
Ini hanyalah pendapat pribadi semata, tanpa adanya proses penelitian sebelumnya.😀

Semoga Bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: